Ujung kemaluanku seakan menyentuh dinding yang membuatku merasa geli bukan main. Bokep Mama Lalu ia raih kain yang ada di dekatku untuk menutupinya.“Kenapa ditutup En..?”“Aku takut, abis punya Mas Bayu besar banget.”“Emangnya Endar belum pernah melihat kemaluan laki-laki..?” tanya saya.Endar diam saja, tetapi digelengkan kepalanya dengan lemah.“Ayo deh diteruskan,” bisikku.Kali ini Endar menjadi super hati-hati mencukurnya. Nanti jika saya sakit, saya bilang deh..”“Bukannya apa-apa, saya geli hi.. Kumulai pelan-pelan, kugerakkan pisau cukur dari atas ke bawah.Baru mulai saya menggoreskan pisau cukur itu, saya dengar suara langkah masuk ke kamarku, segera saya lihat bayangan di kaca buffet, tak jelas benar, tetapi saya bisa menebaknya bahwa ia adalah si Endar, kemenakan dari ibu kost.Saya bingung juga, mau membereskan perangkat ini terlalu repot, tak sempat.




















