Satu jam penuh berenang perut mulai mulas dan terasa nyeri menahankan lapar. Bokeb Tutik menjawab ia, tapi dia udah mau pulang bang, abang datang ya ? Sampai setengah jam Tutik tidak mau cakap, Tutik diam dengan posisi tengkurap di atas tempat tidur yang empuk tanpa menghiraukan aku. Ok bang terimakasih yang bang, aku balik jawab. Mendengar ajakan ini aku tidak percaya bahwa Tutik mau menginap bersamaku, sementara dianya masih bersama laki-laki barusan 2 jam kutinganggalkan.Tutik mengatakan kalau laki-laki tadi tidak bisa menginap sampai pagi, karena takut ketahuan sama istri dan anaknya. Bahkan dia mengatakan “abang puas ya menanyai Tutik hanya untuk kesenangan abang, malunya untuk Tutik, berarti abang ikut donk menghancurkan Tutik dan mempermalukan Tutik di muka umum”.Aku berusaha meyakininya dengan rasa sayang, kukecup pipinya yang menandakan aku bukan untuk mempermalukannya.




















