Anak laki-laki itu mengangguk saja. Bokep HD “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Aku langsung ingin mengutuk diri. Dia benar-benat ulet. Di dekat tiang lampu merah, sekitar beberapa meter dari tempatku berdiri, ada seorang anak laki-laki berambut kusut berpakaian kusut menenteng kantong-kantong plastik hitam yang juga kusut. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Sehabis menikmati dunia, anak-anak itu berpencar lagi, termasuk anak laki-laki yang kembali ke dekat tiang lampu merah. Aku sudah terbiasa seperti ini. Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya. Aku tidak menyalahkan pengemis-pengemis yang mencari rezeki dengan mengemis, tapi sekali lagi, aku lebih kagum pada anak itu. Mereka kemudian pergi ke tempat yang dituju.




















