Aku kembali mengelus dadanya. Bokep HD Kemudian menekannya. Tanganku berubah posisi, mengelus pahanya yang tertutup kain jeans. Sialan. Perjalanan yang panjang menuju Yogyakarta.————Aku melirik jamku. Tangan itu mulai menyusuri bukit indah yang tertutup kain, mulai dari tepi. Atau merah. Aku bisa merasakan volumenya ketika lenganku menggeseknya. Paling tidak dengan jariku.“ga papa …” Akhirnya dia turun tangan. Dia tidak menolak. Tinggal jalan kaki ke Pondok Indah Mall. Sialan. Selagi dia membuka BHnya, pelahan aku menarik ritsleting celanaku ke bawah. Kami berpandangan sebentar. Dengan susah payah. Benar-benar sebuah hidup yang sempurna. Orang-orang sudah mulai menampakkan kantuk, dan sepertinya suasana menjadi begitu sepi. Dan keras. Aku turuti. Dan rendanya sedikit tembus pandang.




















