Hah? Bokep STW Masih terbayang bening matanya, saat terakhir kumemandangnya di pintu apartemennya. Masih banyak lagi alasan mengapa saya memilih untuk tidak mengungkapkan perasaan saya terhadapnya. “Yup… Apaan Rev?”, balasku segera. Memandang senyumnya saja seakan mampu memadamkan setiap lampu kota yang ada di bawah sana. Tidak ada seorang pun yang percaya bahwa kita tidak terlibat cinta. “Ryo mengerti apa yang kamu rasakan. Saya hanya mampu membalasnya dengan tersenyum. Revy telah menunggu di lobby. Indah sekali menyaksikan gemerlapnya Jakarta dari atas sini. “Kamu jahhaaattt……!!”, serunya tiba-tiba, masih sambil menangis dan memukuli dadaku dengan kedua tangannya. Delicious food, good place, romantic sight, beautiful face, fire in the heart, unless…… unless one thing…………, ring in her hand. “Apakah saya pernah jatuh cinta sama kamu, Rev? Jawabnya pernah, bahkan selalu…. Jujur saja, saat ini saya sedang merasa kacau. Perlahan merambati seluruh urat syarafku…. Marahkah dia padaku? Dulu kita sering nongkrong makan ice




















