Tapi semenjak kejadian itu, Fenia mulai nurut kalo gw ajak “bandel”. penis gw masuk seluruhnya. Bokep Family Setelah kami bugil, gw kembali terpikir, “Moment kayak gini nggak boleh dilewatin”. Enggak ada penolakan. Dari mulutnya gw sedikit mendengar rintihan, tapi cuma sebentar, karena doi masih pingsan. Sekitar 10 menit dia diam sambil megang botol air mineral. Akhirnya gw nyerah, gw balik nikmatin vaginanya lagi. Fenia pun menghela nafas, akhirnya menjawab “Nggak. Gw hisap-hisap payudaranya, gw remas-remas sekuat tenaga. Nggak bales chat, telpon gw di reject. Bahkan lubang anusnya pun nggak ketinggalan. Hahahaha….”gumam gw dalam hati. Trus gw mulai elus pinggang dan pantatnya. Dia ngadep ke tembok, membelakangi gw. 6 bulan kemudian, gw berantem sama doi karena waktu itu dia pergi sama temen-temennya tanpa ngabarin gw (udah jadi perjanjian kami klo saling ngabarin kemanapun pergi).




















