Diriku seperti terbang di awangawang dan meski tahu apa yang sedang terjadi, tetapi sama sekali tak ada niat untuk melawan.Begitu juga ketika Pak Herman yang sudah tak berpakaian menindih tubuhku dan menggerayangi seluruh badanku, aku pasrah saja. Bokeb tambahnya dengan suara serak.Sekali lagi aku terperangah. Aku tak berhasil melepaskan diri. Pak Herman sudah tidak kelihatan lagi, mungkin sudah kembali ke kantor. Hal tersebut biasa kulakukan apabila aku sedang tidak kuliah. Pikirku, bagaimana kalau sampai orang lain tahu apa yang sedang terjadi dan apa yang diperbuat suami ibuku terhadapku.Belum lagi aku jernih berpikir Pak Herman menyeretku masuk ke kamar tidur dan mendorongku sampai jatuh telentang di tempat tidur. Cerita PanasKetika siuman, kudapati diriku telentang di ranjang Pak Herman (yang juga ranjang ibuku) tanpa busana. Bagaimana mungkin anak yang amat disayanginya bisa tidur dengan suaminya? Bannya kempes Bu, nambal dulu! Aku memang puas dan bahagia dalam soal pemenuhan kebutuhan




















