Susah payah aku menghimpun lagi konsentrasiku dan mulai kembali memasuki dunia angka-angka pada daftar rekap di meja kerjaku. Sungguh lemas rasanya menghadapi kenyataan ini, tidak kusangka ‘kecelakaan’ itu menimpa diriku juga. Bokep Family Tanpa aba-aba lagi ia mulai mengusap-usap bagian tengah vaginaku dari luar. Hanya saja hari sudah merambat ke malam, jam dinding menunjukkan pukul 20.14, langit telah gelap di luar sana, penerangan di kantor pun sudah dikurangi. Aku kaget saat jari tangannya mulai menjepit hidungku, sehingga mau tidak mau aku harus menelan habis seluruh air maninya agar tidak membasahi kemejaku yang masih menempel di badan. Kulihat mata Pak Hendro terbeliak-beliak menahan nikmat. “Jangan dong.. Telapak tangannya yang kasar itu merabai pahaku semakin ke atas hingga tiba di pangkal pahaku yang masih tertutup celana dalam pink. Setelah mendapat kembali kekuatanku, aku kembali berpakaian dan berbenah diri bersiap untuk pulang.




















