Aku pura-pura mengukur denyut nadi di tangannya, sambil dia terus memandangi aku berharap akan jawaban yang dapat menenangkan hatinya.“hmmm…agak buruk ini” aku berpura-pura memperburuk kekhawtirannya…“Pak kita masuk ke rumah dulu deh,*****enak diliatin orang..” “wkakakaka malaikat surga pasti sedang tersenyum kepadaku, tanpa susah payah aku dapat masuk ke rumah gadis ini”akupun berjalan mengikutinya melewati gerbang lalu garasi rumahnya, berjalan menaiki tangga kecil menuju pintu ruang tamu rumahnya. Bokep Crot malang nian hidupmu nak siap-siap kunikmati tubuhmu yang indah itu”aku dipersilahkan duduk di sofa, lalu dia melanjutkan bertanya “jadi gimana pak,sebenarnya aku sakit apa, pasti ada obatnya kan?” matanya berkaca-kaca ketika menanyakan hal itu“bentar ya mba…” aku bergerak mendekatinya, lalu menaruh tanganku di atas perutnya. satu bungkus plastik sampah…
dua bungkus plastik sampah…
dengan cepat aku dengan gampang memindahkan plastik-plastik sampah tersebut dari tempatnya ke dalam gerobak sampah, tinggal kantong plastik yang terakhir yang belum aku masukkan.terdiam aku melihat kantong plastik itu,




















